Dirjen PB KKP Sebut Lampung Memiliki Potensi Luar Biasa Dalam Budidaya Lobster

383

PESAWARAN, IDNPublik.com – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, TB Haeru Rahayu mengunjungi Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Provinsi Lampung di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (6/11).

Dalam kunjungannya kali ini, TB Haeru Rahayu secara langsung memberikan hibah benih lobster hasil pendederan 1 sebanyak 1000 benih yang diperuntukkan untuk dua kelompok nelayan setempat. Sehingga dapat menumbuhkan perekonomian nelayan-nelayan kecil.

Hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 17 Tahun 2021 yang mempermudah masyarakat dalam pembudidayaan lobster di Indonesia.

TB Haeru Rahayu yang kerap disapa Tube, menyatakan, Lampung memiliki potensi yang luar biasa dalam pembudidayaan lobster. Menurutnya, potensi akuakultur dari USD 1,3 Triliun setiap tahun, ada sekitar 16 persen yang belum dimaksimalkan. Sehingga ada stigma akuakultur sama dengan raksasa yang tertidur (the sleeping giant).

“Hari ini saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, raksasa ini sudah mulai bangun dari tidurnya. Semangat budidaya lobster sangat terlihat, mulai dari Pendederan 1, hingga ukuran 5 gram. Kemudian Pendederan II di atas 5 gram sampai dengan 30 gram. Pembesaran 1 di atas 30 gram sama dengan 150 gram, dan Pembesaran 2 di atas 150 gram semua sudah dilakukan disini (BBPBL Provinsi Lampung),” Jelasnya.

Sinergitas antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, lanjut Tube, merupakan hal yang paling penting guna menjalankan Permen KP Nomor 17 Tahun 2021. Dirinya pun berharap Pemerintah Daerah lain bisa mengikuti jejak Provinsi Lampung.

“Tidak ada kata lain selain sinergi, sekat boleh ada, tapi sekat itu kita lembutkan agar tidak terjadi gesekan. Hari ini sudah kita buktikan sinergi antara Pempus (Pemerintah Pusat) dan Pemda (Pemerintah Daerah Lampung). Mudah-mudahan akan muncul Lampung-Lampung yang lain,” pungkasnya.

Tube yang didampingi oleh Kepala BBPBL Provinsi Lampung Ujang Komarudin serta Kepala Dinas DKP Liza Derni, juga berkesempatan melakukan penebaran kembali (restocking) beberapa hewan laut seperti ikan kakap putih (2000 ekor), ikan nemo (500 ekor) dan kuda laut (1000 ekor).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni menjelaskan, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi para nelayan, pihaknya melakukan pengawasan dalam penangkapan dan penjualan benih lobster ke luar negeri.

“Tolong buat kawan-kawan media membantu kami sebagai aparat pemerintah daerah tidak pernah mengizinkan menjual benih lobster langsung ke luar. Semua ada aturannya, kita semua harus ikuti aturan yang ada,” ujar Liza. (Hay)

Facebook Comments