Peringati Nuzulul Qur’an, Nanang Ermanto : Kita Harus Tahu Sejarahnya Juga

220

KALIANDA, IDNPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar acara peringatan Nuzulul Qur’an 1443 Hijriah / 2022 Masehi di Aula Sebuku, Rumah Dinas Bupati setempat, Senin (17/4).

Rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadzah Urfi Mawaddah dan dilanjutkan dengan pemberian tauziah oleh KH. Syamsul Hidayat Umar, S.Sos. I atau yang lebih dikenal dengan Mamang Da’i MNCTV.

Tak hanya itu, dalam acara tersebut juga turut diberikan santunan berupa paket sembako kepada para anak yatim yang terdapat di Lampung Selatan.

Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menceritakan mengenai sejarah Nuzulul Qur’an atau peristiwa turunnya Al-Qur’an, pada zaman nabi Muhammad SAW. Dimana, pada saat itu rosulullah menerima wahyu lima ayat dari surah Al-Alaq.

“Nuzulul quran ini ada sejarahnya, peristiwa turunnya ayat suci Al-Quran yang pertama di Gua Hira melalui malaikat jibril. Ketika itu Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu surah Al-Alaq. Nah inilah sejarahnya, peristiwa yang setiap tanggal 17 Ramadan kita peringati,” ungkapnya.

Menurut Nanang, Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting bagi umat islam di seluruh dunia. Mengingat, pentingnya peran Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman.

Oleh karenanya, Nanang berharap, dengan adanya peringatan Nuzulul Qur’an ini, seluruh umat muslim dapat lebih menghayati dan mengamalkan ajaran yang terkandung didalam Al-Qur’an.

“Saya harap ini bukan hanya peringatan saja, tapi kita harus tahu sejarahnya juga, makna dari turunnya ayat Al-Qur’an yang pertama. Nanti pak ustadz yang ngupas. Karena bapak ibu sekalian apa yang saya katakan tadi, bukan hanya seremoni tapi ada sejarah dibaliknya, khususnya untuk umat islam, saya harap seluruh jajaran bisa memaknai,” ujar Nanang.

Sementara, pengisi tausiah Ustadz KH. Syamsul Hidayat Umar S.Sos.I mengatakan peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi momentum untuk mengingatkan kita agar senantiasa memegang teguh Al Quran sebagai pedoman dan tuntunan dalam hidup.

“Bukankah puasa adalah peristiwa taqwa, dan momentum Nuzulul Qur’an ini mengajarkan kepada kita untuk selalu pandai membaca tanda-tanda kehidupan yang kita jalani sesuai dengan ajaran dalam Al-qur’an,”ingatnya.

Ustadz Syamsul juga berpesan sesuai dengan tema pada peringatan Nuzulul Qur’an kali ini, tidak hanya diperingati tapi ditanamkan dalam diri sebagai rahmat dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat untuk bekerja membangun roda pemerintahan daerah.

“Bapak-bapak ibu-ibu sekalian jadikan setiap bulan adalah ramadhan, setiap hari adalah puasa, setiap waktu adalah idul fitri setiap saat adalah minal aidzin walfaizin bagi kita,” ingatnya lagi. (*)

Facebook Comments