Negosiasi Alot, Pihak Tergugat Tinggalkan Rumahnya dengan Syarat!

540

BANDARLAMPUNG, IDNPUBLIK.COM — Pengadilan Negeri Tanjung Karang melakukan eksekusi rumah yang berlokasi di jalan PU Bandar Lampung, Selasa (9/8) sekira pukul 10.00 WIB.

Proses eksekusi rumah milik Siwantoro ini sempat diwarnai penolakan pemilik rumah serta pihak keluarga dan sempat terjadi ketegangan dengan juru sita pengadilan yang didampingi penasehat hukum juga aparat hukum.

Setelah beberapa jam dilakukan negosiasi, pemilik rumah rela rumahnya disita dengan syarat pihak pemenang lelang memberikan uang ganti rugi yang sesuai.

Pihak pemenang lelang rumah yang diketahui seorang Rektor Umitra Lampung atas nama Dr. Hj. Armalia Reni Wa, S.T, M.M akhirnya dengan kemurahan hati dan rasa kemanusiaan memberikan uang kerohiman sejumlah 50 Juta Rupiah.

Diketahui Armalia Reni ditetapkan sebagai pemenang lelang rumah tersebut dengan putusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang No. 14. Pdteks.KPKNL/2021/PN. Tjk.

Menurut penasehat Hukum pemenang lelangan, Redi Noval D, kasus ini sempat tertunda selama 1 tahun  karena adanya gugatan pihak ketiga atas nama Siswantoro.

“Karena beliau merasa awalnya sertifikat rumah ini hanya dipinjam, tetapi berdasarkan putusan perkara terdahulu Sertifikat itu atas nama Andre Herlian menggugat lelang dari Bank Banten,” ujarnya. (Rod)

Facebook Comments