HUNIAN HIJAU MASYARAKAT (H2M) Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung

326

LAMPUNG, IDNPUBLIK.COM — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya memiliki program bernama Hunian Hijau Masyarakat (H2M). Program yang dijalankan guna mendukung pemenuhan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2019 – 2024.

Salah satu target program H2M adalah menurunkan persentase jumlah kawasan kumuh di Provinsi Lampung. Sebagaimana tercantum pada Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 28H Ayat 1 yang menjelaskan “Setiap orang berhak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.

Merujuk pada ayat di atas, Pemerintah harus menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat berupa hunian dengan lingkungan yang layak. Pemenuhan kebutuhan akan lingkungan hunian dan permukiman layak bukan hanya tanggung jawab masyarakat saja namun perlu dukungan pemerintah melalui penyediaan kebutuhan pendukung sarana perumahan dan kawasan permukiman.

Tingkat pertambahan penduduk di wilayah perkotaan akibat urbanisasi mengakibatkan penurunan kualitas sarana prasarana lingkungan dan jumlah ruang terbuka hijau dan non hijau di lingkungan permukiman.

Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Lampung mencoba menyeimbangkan antara keseimbangan lingkungan, perkembangan wilayah dan pertumbuhan penduduk dengan menggagas Program Hunian Hijau Masyarakat (H2M) dengan konsep Pemberdayaan Masyarakat.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Lingkungan Hunian atau yang lebih dikenal dengan H2M.

Program H2M ini menawarkan peningkatan kualitas hunian di wilayah perkotaan Provinsi Lampung dengan mendorong keterlibatan masyarakat, Pemerintah Kota/Kabupaten dan kelompok peduli untuk menghijaukan lingkungan sekitar dan mendorong pembangunan yang ramah lingkungan.

Selain melakukan penanaman tanaman, program ini juga menjaga ketersediaan air tanah dengan pembuatan biopori, sumur resapan air hujan, pengelolaan sampah, pengolahan limbah domestik, ruang terbuka publik, apotik keluarga, sarana vertical garden dan lainnya.

Tujuan dan Sasaran

Program H2M merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian berbasis lingkungan dengan mengedepankan konsep “Kampung Hijau” yang berorientasi pada ketersediaan infrastruktur lingkungan hunian serta mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Secara garis besar pencapaian tujuan diukur dengan indikator “outcome” sebagai berikut:

a. Meningkatnya akses masyarakat terhadap infrastruktur hunian hijau pada permukiman di lokasi yang telah ditetapkan;

b. Peningkatan kualitas pengelolaan persampahan, pengelolaan air limbah dan Ruang Terbuka Publik);

c. Menurunnya luas genangan akibat ketidakmampuan drainase mengalirkan limpasan air hujan;

d. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat dengan mendorong pemanfaatan vertikal garden, hidroponik dan pemanfaatan apotik hidup; dan

e. Meningkatnya keasrian lingkungan dengan peningkatan jumlah varietas tanaman (tanaman hias, buah dan sayuran) di lokasi sasaran.

Mekanisme Pelaksanaan

Dalam pelaksanaannya, Program H2M menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat dimulai dari perencanaan hingga keberlanjutan program. Unsur-unsur yang terlibat dalam Program H2M adalah sebagai berikut:

a. Tim Teknis H2M terdiri dari unsure Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Lampung, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten/Kota dan Lurah wilayah sasaran;

b. Unsur OPD Dinas Pertanian Kabupaten/Kota;

c. Kelompok Wanita Tani;

d. Kelompok Masyarakat Peduli.

Tahapan pelaksanaan Program H2M yaitu:

a. Penentuan lokasi sasaran H2M;

b. Siklus Pemberdayaan Masyarakat meliputi:

1) Sosialisasi Awal;
2) Pemetaan Swadaya dan Refleksi Perkara Kritis;
3) Penyusunan Rencana Aksi Kampung Hijau berbasis Dokumen Perencanaan Kelurahan/Desa;
4) Pemanfaatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat:

c. Pelaksanaan Pekerjaan Fisik
Pada tahap ini dilaksanakan pembangunan infrastruksur hunian hijau berdasarkan dokumen yang telah disusun.

d. Monitoring dan Evaluasi
Pada tahap dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik dilapangan dan pemanfaatan bantuan yang telah diberikan. (*)

Facebook Comments